Kesedihan
Melihat diri sendiri dalam keadaan bersedih dalam mimpi, atau berduka atas suatu urusan atau perkara, menandakan kegembiraan; kesedihan terkadang menunjukkan ketetapan-ketetapan kehidupan yang berlaku bagi semua orang, kemudahan yang datang setelah kesulitan, dan kebahagiaan yang datang setelah kedukaan. Hal itu menunjukkan kegembiraan yang kian mendekat, peristiwa-peristiwa baik, dan keceriaan.
Melihat hal-hal yang menyedihkan dalam mimpi ditafsirkan sebagai melakukan dosa. Barang siapa melihat dalam mimpinya bahwa ia menjadi sedih karena suatu perkara, maka ia telah melakukan suatu dosa. Melihat diri sendiri menangis dalam kesedihan merupakan tanda penyesalan dan, karenanya, kebutuhan untuk bertobat.
Menurut Ibnu Sirin: Barang siapa melihat dirinya dalam kesedihan di dalam mimpinya, niscaya ia akan memperoleh kelapangan dan kegembiraan. Jika orang yang bermimpi itu adalah orang saleh, kegembiraannya akan lebih besar lagi. Jika ia adalah orang yang fasik, ia akan menerima kabar buruk dan menjadi berduka.
Menurut riwayat lain: Berada dalam kesedihan di dalam mimpi ditafsirkan sebagai melakukan suatu dosa. Sebagian penafsir berkata bahwa barang siapa melihat dirinya dalam kesedihan di dalam mimpinya, niscaya ia akan memperoleh kelapangan dan kegembiraan.
Makna Positif
Dapat dibaca sebagai pertanda kelapangan, datangnya dukungan, bertambahnya semangat, atau perkembangan yang membuahkan hasil.
Makna Bayangan
Meremehkan peluang, terlena pada kenyamanan, atau terlambat bertindak dapat mengurangi pengaruh positifnya.
Saran
Dalam penafsirannya, tema keberhasilan dan reputasi, kerja dan tanggung jawab, dunia batin dan kesadaran serta rumah dan lingkungan, suasana emosional dalam mimpi, dan bagaimana simbol tersebut berakhir di dalam mimpi perlu dinilai bersama-sama.