Bulan
Dalam mimpi, melihat bulan ditakwilkan sebagai kepala negara dan para pembesar negara. Barang siapa melihat bahwa ia memegang bulan di tangannya seolah-olah bulan itu adalah miliknya, ia akan menjadi pejabat tinggi negara. Barang siapa melihat bahwa ia berperang dengan bulan, ia akan berselisih dengan para pejabat pemerintah. Melihat diri sendiri sebagai bulan, atau duduk di tempat bulan, merupakan pertanda memperoleh kedudukan yang tinggi.
Melihat bulan dalam kegelapan atau di suatu tempat selain langit dalam mimpi menandakan bahwa para pejabat negara akan menghadapi kesulitan dalam perkara-perkara tertentu.
Menurut Ibnu Sirin: Melihat bulan dalam keadaan bulat sempurna, pada saat purnama, ditakwilkan sebagai wafatnya seorang pembesar. Melihat bulan terbelah menjadi dua bagian lalu kembali utuh merupakan pertanda bahwa seorang pembesar akan jatuh sakit kemudian sembuh. Melihat bulan, ketika sedang purnama, bertabrakan dengan bintang lain menandakan bahwa penduduk dua negeri akan berperang satu sama lain. Terkadang hal itu juga merupakan pertanda bahwa dua pembesar negara sedang bersaing satu sama lain.
Menurut Jabir al-Maghribi: Seorang laki-laki yang melihat bulan di sampingnya atau di tangannya akan menikah. Jika bulan itu berbentuk sabit, orang yang akan dinikahinya berasal dari golongan yang lebih rendah daripadanya. Jika bulan itu berbentuk lingkaran sempurna, orang tersebut berasal dari keturunan mulia dan dari golongan yang lebih tinggi daripadanya. Melihat bulan bersinar terang di dalam rumah seseorang menandakan bahwa ia akan dibawa menuju kebahagiaan oleh seorang negarawan besar.
Melihat bulan terbit atau muncul dari rumah lain dalam mimpi merupakan bukti bahwa seseorang akan menerima kebaikan dan manfaat dari orang lain. Melihat gerhana bulan merupakan pertanda bahwa negeri dan para pembesar negeri akan mengalami kesulitan tertentu. Melihat bulan terbit sebagai bulan sabit atau berangsur-angsur membesar menandakan bahwa telah lahir di negeri itu seorang anak yang kelak akan menjadi kepala negaranya. Melihat bulan terbit di langit lalu menunjukkannya kepada orang lain menandakan bahwa ajal orang yang melihatnya semakin dekat.
Menurut Ja‘far al-Sadiq: Melihat bulan dalam mimpi ditakwilkan dalam dua belas makna: seorang presiden, seorang negarawan, seorang sahabat, seorang kepala, seorang laki-laki, seorang ayah, seorang ibu, seorang suami, seorang istri, seorang majikan, kebaikan dan manfaat, serta seorang pelayan. Sesuai dengan cara mimpi itu terlihat, salah satu dari makna-makna tersebut dipilih dan mimpi itu ditakwilkan.
Menurut Ibnu Fudalah: Dalam mimpi, bulan terkadang ditakwilkan sebagai anak laki-laki. Melihat bulan muncul dari dada sendiri merupakan pertanda bahwa seseorang akan memperoleh seorang anak laki-laki. Melihat bulan itu berangsur-angsur membesar dan naik ke langit menandakan bahwa anak yang lahir itu akan menjadi anak yang baik ketika dewasa dan akan mencapai keberhasilan dalam pekerjaannya.
Melihat bulan bersama matahari dalam mimpi merupakan pertanda bahwa seseorang akan menerima kebaikan dan manfaat dari dua orang besar. Melihat matahari berperang dengan bulan merupakan pertanda bahwa dua orang besar tidak dapat saling bertoleransi dan mereka akan berselisih.
Makna Positif
Dapat dibaca sebagai pertanda kelapangan, datangnya dukungan, bertambahnya semangat, atau perkembangan yang membuahkan hasil.
Makna Bayangan
Meremehkan peluang, terlena pada kenyamanan, atau terlambat bertindak dapat mengurangi pengaruh positifnya.
Saran
Dalam penafsirannya, tema kerja dan tanggung jawab, keberhasilan dan reputasi, kehidupan emosional serta rumah dan lingkungan, suasana emosional dalam mimpi, dan bagaimana simbol tersebut berakhir di dalam mimpi perlu dinilai bersama-sama.