Mengingat Allah
Jika seseorang melihat dalam mimpinya bahwa ia mengingat Allah dan menyembah-Nya, hal ini ditafsirkan sebagai pertanda bahwa ia akan diselamatkan dari kejahatan musuh-musuhnya, pintu-pintu kebaikan akan dibukakan baginya, ia akan aman dari berbagai malapetaka, dan perkara-perkara yang sulit akan dimudahkan baginya.
Jika seseorang melihat dalam mimpinya bahwa ia mengucapkan, “Tiada Tuhan selain Allah,” hal ini menandakan bahwa ia akan memperoleh kelapangan dan kenyamanan dalam waktu dekat, dan bahwa seluruh hidupnya akan berlalu tanpa mengalami kesusahan.
Melihat diri sendiri mengucapkan dalam mimpi, “Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah,” menunjukkan bahwa harta seseorang akan bertambah dan bahwa seluruh hartanya berada dalam perlindungan Allah.
Menurut tafsir Ibnu Katsir: Mengingat Allah dalam mimpi selalu ditafsirkan sebagai kebaikan dan keberkahan. Membaca tasbih di dalam sebuah gua dalam mimpi, mengingat Allah, atau mendengar orang lain mengingat-Nya, menandakan melimpahnya keberkahan dan kebaikan di tempat itu; dan melihat diri sendiri mengingat Allah dalam suatu majelis ditafsirkan sebagai pertanda bahwa orang tersebut akan menjadi orang yang bermanfaat bagi kaum Muslimin.
Menurut tafsir Imam al-Nabulsi: Jika seseorang mengingat Allah dalam mimpinya, hal ini menunjukkan bahwa ia akan memperoleh rahmat dan ampunan, menerima kemuliaan, serta diselamatkan dari siksa kubur.
Mengingat Allah dengan salah satu dari seribu satu nama-Nya dalam mimpi, atau melihat dan mendengar-Nya diingat dengan nama tersebut, ditafsirkan sesuai dengan petunjuk yang terkandung dalam nama itu. Sebagai contoh, mendengar Allah diingat dengan nama-Nya al-Qahhar menandakan bahwa musuh-musuh orang yang mendengarnya akan dibinasakan dan bahwa ia akan aman dari kejahatan setan.
Mengingat Allah secara bersama-sama dalam suatu jamaah di tengah sekelompok orang menandakan bercakap-cakap dengan, atau mendekat kepada, suatu golongan para wali dan orang-orang besar Islam, serta memperoleh manfaat dari khidmat masyarakat.
Jika seseorang melihat dalam mimpinya bahwa, meskipun ia hadir dalam suatu majelis zikir, ia tidak ikut serta dalam zikir yang dilakukan di sana dan hanya tetap menjadi penonton, hal ini ditafsirkan tidak begitu baik bagi orang tersebut. Sebab, ia telah terhalang dari rahmat yang turun kepada orang-orang yang berzikir.
Jika seseorang yang istiqamah dalam zikirnya mengucapkan kata-kata yang berkenaan dengan hikmah dalam mimpinya, hal ini menunjukkan keselamatan dari kesedihan dan dukacita, kesembuhan dari penyakit, terbebas dari utang dan kesusahan, kemenangan atas orang yang zalim, serta keselamatan dari kejahatannya.
Merasakan dalam mimpi bahwa seseorang telah melihat Allah Yang Mahatinggi: Hal ini menandakan kesempurnaan iman seseorang.
Menurut Nabi Daniel, hal ini memberikan kekuatan kepada orang-orang yang memiliki iman.
Menurut Ibnu Sirin, orang yang melihat hal ini telah memperoleh surga. Hal ini juga merupakan tanda kemuliaan dan kesucian diri.
Melihat Allah dalam mimpi menandakan memperoleh ketenteraman, terbebas dari kesusahan, dan perlunya menyeru orang lain kepada jalan kebenaran.
Makna Positif
Dengan sudut pandang yang tepat, ini dapat berarti pulihnya keseimbangan, penyembuhan, dan tumbuhnya pemahaman baru.
Makna Bayangan
Ketidakpastian, keraguan, atau kecenderungan memikul beban berlebihan dapat terlihat.
Saran
Dalam penafsirannya, tema kerja dan tanggung jawab, tanda-tanda spiritual, keberhasilan dan reputasi serta kehidupan emosional, suasana emosional dalam mimpi, dan bagaimana simbol tersebut berakhir di dalam mimpi perlu dinilai bersama-sama.